20081001_tows_miraclechildren7_350x263Namanya Cody, usianya 6 tahun. Cody mempunyai mimpi untuk berjalan di upacara pembukaan olimpiade sebagai seorang atlit bintang. Itu adalah cita-cita ambisius dari seorang anak laki-laki yang oleh dokter divonis tidak akan bisa hidup bahkan untuk sekedar melewati hari pertama dimana dia dilahirkan, akan tetapi Cody telah terbiasa untuk menaklukan rintangan yang menghadangnya.

Ketika Cody dilahirkan, kedua orangtuanya, Tina dan Mike, segera mengetahui adanya sesuatu yang tidak beres. “Dokter terdiam tidak mengeluarkan satu patah kata-pun, begitu juga dengan para perawat yang membantu proses persalinan, semuanya termenung membisu,” kata Mike. “Waktu itu saya memperhatikan bahwa kedua kakinya terlihat berbeda–kedua kakinya terlihat tidak lurus sama sekali.” Mike kemudian diberitahu bahwa bayi mereka menderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan tidak akan bisa hidup melewati hari pertamanya. “Saat itulah Mike memberitahuku bahwa kami akan berduka cita karena kehilangan anak kami,” kata Tina.

Secara ajaib, Cody mampu bertahan melewati hari pertamanya, akan tetapi dia masih harus menghadapi hari-hari yang berat di depannya. Ketika dia baru berusia 15 bulan, kedua kaki Cody harus diamputasi. “Dia baru bisa memakai prosthesa (organ tubuh luar buatan) ketika dia menginjak usia 18 bulan,” kata Tina. “Mereka tidak menyangka dia akan mampu segera berjalan menggunakan prosthesa pertamanya, dan pada hari kedua atau hari pertama terapi, dia sudah mulai berjalan.

Kemampuan Cody untuk tetap hidup melewati hari pertama dan fakta bahwa dia bisa berjalan, bukanlah satu-satunya ekspektasi yang mampu dipenuhi Cody. “Cody benar-benar telah melakukan semua hal yang oleh mereka (para dokter), Cody divonis tidak akan bisa melakukannya,” kata Mike. “Dia seharusnya tidak bisa berjalan. Tapi seperti yang anda lihat, dia berjalan, bahkan dia berlari. Dia seharusnya tidak bisa berbicara karena hanya memiliki satu pita suara. Akan tetapi dia tidak berhenti, dia hanya melaju terus.

Kecintaan Cody terhadap aktivitas berlari telah memberi ide bagi kedua orang tuanya untuk membentuk sebuah tim yang mengumpulkan uang untuk didonasikan kepada rumah sakit yang telah memberi Cody kaki prosthesa. “Ini adalah kaki berlariku, dan aku berlari sangat cepat menggunakannya dan aku melompat dengannya,” kata Cody. “Karena aku mempunyai berbagai kaki yang berbeda, Aku bisa melakukan apa saja.”

Cody bisa melakukan apa saja yang telah dia putuskan untuk lakukan dalam kepalanya–dan sekarang dia menjadi anggota dari sebuah tim renang, “seorang” superstar Olimpiade lebih baik mulai berhati-hati sekarang! “Michael Phelps, Saya datang,” kata Cody. “Akua akan balapan denganmu!”

Selain kemampuan atletiknya, ada satu hal lain yang Cody ingin dunia tahu tentangnya. “Bahwa aku adalah spesial,” katanya.

Tina mengatakan bahwa anaknya selalu mempunyai motivasi untuk melebihi semua ekspektasi, dan dia dan suaminya, selalu di sana kapanpun Cody membutuhkan dorongan lebih. “Ketika dia berkata, ‘Aku tidak bisa,’ kami berkata, ‘Kata tidak bisa tidak boleh dipergunakan di rumah ini,'” kata dia. “Kami selalu menemukan cara bagi dia untuk melakukannya. Mungkin itu berbeda dengan cara orang lain, akan tetapi kami bekerjasama dan kami mampu melaluinya.”

Mike berkata bahwa semangat Cody menular kepada siapapun yang dia temui. “Dia selalu memiliki semangat yang memancar dari dirinya,” kata dia. “Dia hanya akan masuk berjalan ke dalam suatu ruangan dan entah bagaimana menjadi pusat perhatian dengan kepribadiannya.” Cody bahkan mencerahkan hari pertemuan para veteran perang dimana dia dipertemukan dengan mereka yang telah kehilangan anggota gerak tubuhnya dalam perang. “Dia tidak pernah memiliki kaki, dan dia tetap tersenyum, meloncat-loncat dalam ruangan, dan hanya ingin balapan dengan semua orang.

N.B. Diambil dari The Oprah Winfrey Show baca versi Inggrisnya di sini.