Enterprise Resources Planning (ERP)

3 Comments

ErpOnDemandDEFINISI ERP

(Enterprise Resource Planning) System adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.

LATAR BELAKANG PENGEMBANGAN ERP

ERP berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evolusi dari Material Requirement Planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya mengangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan (inventory), pengapalan, invoice dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman, produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
More

Advertisements

Joko Kasep Mencari Cinta

Leave a comment

Sebuah Naskah Drama :

Tokoh Pemeran:

Joko Kasep       : pemuda berumur ¼ abad yang belum menikah.

Nyai Gayatri    : Ibu Joko Kasep yang sudah menjanda sejak Joko Kasep masih remaja.

Sri Dewi           : gadis pujaan Joko Kasep.

Bambang         : sahabat Joko Kasep dan makelar jodoh sing paling top-markotop

Sastro Kiyer     : Bapak Sri Dewi

== Babak I ==

Setting:

Teras rumah dengan sebuah kursi panjang.

Narasi:

Pada suatu saat di sebuah desa hiduplah seorang pemuda bernama Joko Kasep. Joko Kasep tinggal dengan ibunya yang bernama Nyai Gayatri. Joko Kasep sudah berumur ¼ abad akan tetapi belum menikah, bukan karena tidak mau melainkan karena tidak laku.

(Terdengar seseorang memutar lagu “Cari Jodoh”-nya Wali Band dengan keras dan terdengar oleh Joko Kasep yang sedang duduk santai di teras rumahnya)

Joko Kasep       : “Sore-sore penake yo lheyeh-lheyeh ngene iki.., sik… sik… sik… kae kok ono sing nyetel lagune Wali Band—Cari Jodoh, wah mesti ki si Bambang, oo bocah gemblung.”

(Joo Kasep marah dan berteriak menyuruh Bambang mematikan tape-nya, yang diteriaki hanya menimpali dari kejauhan [dari luar panggung])

Joko Kasep       : “Oi… Mbang… Bambang… !”
More

“Aku yakin buah anggur itu masam.”

1 Comment

Pada suatu hari di musim panas, seekor Rubah berjalan-jalan melalui sebuah kebun buah-buahan. Ia melihat setandan buah Anggur yang sudah masak di pohon anggur. “Buah yang cocok untuk memuaskan dahagaku,” katanya. Sambil mundur beberapa langkah, ia berlari dan melompat ke arah buah anggur, tetapi gagal. Setelah mundur beberapa langkah, ia berlari lebih cepat dan melompat lagi. Masih gagal. Ia melompat berkali-kali sampai akhirnya menyerah karena kelelahan.
More

The War for Talent

Leave a comment

talent

Keberhasilan perusahaan secara berkelanjutan sangat ditentukan sejauh mana mereka mengelola karyawan potensial (talent management). Sayangnya, masih banyak perusahaan yang memandang enteng masalah ini. Bagaimana rahasia sukses sebuah talent management?

Judul tulisan ini memang sama persis dengan judul buku yang ditulis oleh trio konsultan McKinsey & Company Ed Michaels, Helen Handfield-Jones, dan Beth Axelrod, The War for Talent (Harvard Business School Press 2001). Buku ini merupakan salah satu bacaan wajib di dalam memahami dan menyusun manajemen karyawan potensial atau sering juga disebut talent management. Kesamaan judul ini semata-mata didasari karena kami sangat setuju terhadap pandangan ketiga penulis tersebut. Bahwa karyawan potensial sangat menentukan keberhasilan perusahaan untuk jangka waktu yang panjang. Itu sebabnya, perusahaan terkemuka berlomba mengelola dan, bahkan, memperebutkan karyawan potensial. “Perang” pun tak terhindarkan.
More

Gandhi, Anak Kecil, dan Gula

Leave a comment

Smahatma-gandhi-indian-herouatu kali, seorang ibu melakukan perjalanan berhari-hari–dengan kereta api, dengan becak, dengan bus, dan dengan berjalan kaki–untuk membawa anak laki-lakinya yang masih kecil kepada Mahatma Gandhi. Ia memohon, “Saya mohon, Mahatma. Suruhlah anak saya berhenti makan gula.”

Gandhi terdiam sesaat. Kemudian ia berkata, “Bawa anak itu ke sini dua minggu lagi.’ Perempuan itu bingung, tapi berterima kasih kepada Gandhi dan mengatakan bahwa ia akan melakukan apa yang telah Gandhi katakan. Perempuan itu pun kembali ke desanya.

Dua minggu kemudian, More

Gadis Sunda & Laki-laki Jawa

248 Comments

Pada suatu kesempatan saya berbincang-bincang dengan beberapa teman saya dan mengutarakan niat saya untuk memperistri gadis Sunda. Mendengar penuturan saya tersebut hampir semua teman saya (kebetulan semuanya berasal dari suku Jawa) secara spontan menyatakan ketidaksetujuannya. Alasan yang diberikan hampir seragam: perempuan Sunda adalah tipe perempuan yang matre.

Jika anda perhatikan, alasan yang disampaikan adalah alasan sepihak yang memojokkan perempuan Sunda. Selidik punya selidik ternyata apa yang teman-teman saya ungkapkan adalah ekspresi kekecewaan terhadap sebuah pengetahuan umum berupa keengganan perempuan Sunda untuk diperistri oleh lelaki Jawa. Jadi, ketika kebanyakan perempuan Sunda menolak untuk dinikahi oleh lelaki Jawa maka orang Jawa, karena merasa diremehkan, memunculkan mitos bahwa perempuan Sunda adalah tipe perempuan yang mata duitan. More

“GURU”

1 Comment

Sebuah skenario disadur dari cerpen Putu Wijaya dengan judul yang sama.

Tokoh-tokoh :

Subianto         : Pengusaha kaya

Saraswati        : Istri Subianto

Ricky                : Anak Subianto

Kusumawati   : Adik Subianto

Gunawan         : Istri Kusumawati

Djunaedi          : Guru miskin

Mirna                : Anak Djunaedi (pacar Ricky)

Slamet              : Teman Ricky

PART 1

Setting:

Sebuah ruang tamu dengan seperangkat meubel mewah milik seorang pengusaha kaya bernama Subianto.

Narasi:

Pada suatu waktu di sebuah kota besar hidup sepasang suami istri yang bernama Subianto dan Saraswati. Keduanya dikarunia anak laki-laki yang saat ini sedang duduk di kelas 3 SMU. Ketenangan keluarga ini terusik setelah Subianto dan sang istri mendengar kabar bahwa anak laki-laki mereka satu-satunya ingin menjadi guru.

Subianto :(Masuk dengan langkah gontai dan muka masam)

Saraswati :(Sedang duduk di kursi ruang tamu sambil membaca majalah)”Pak, habis darimana kok pulang-pulang kelihatannya susah begitu?”

Subianto  :(Duduk di salah satu kursi lain)”Anu, tadi Bapak ketemu Pak Djoko di jalan!”

Saraswati :“Pak Djoko yang mana?”

Subianto  :“Itu bapaknya Slamet, temen sekolah anak kita”.

Saraswati :“Ooh, yang rumahnya depan masjid?!, trus memangnya Pak Djoko ngomong apa sama Bapak, kok Bapak pulang pasang muka masam kayak itu?”

Subianto  :(Sambil menghela napas)”Ini masalah anak kita si Ricky bu!”

Saraswati :“Memangnya ada apa dengan Ricky?”

Subianto  :“Tadi Pak Djoko bilang ke Bapak kalo Ricky pernah cerita sama Slamet kalo dia mau jadi guru”

Saraswati :(Kaget) “Ha, jadi apa? Jadi guru? Nggak salah denger bapak?”

Subianto  :“Nggak, orang tadi Pak Slamet bilangnya gitu kok”

Saraswati :“Ini pasti gara-gara si Mirna pacarnya Ricky, anak guru itu pasti sudah mempengaruhi anak kita supaya ikutan jadi guru kayak bapaknya itu, pokoknya kita besok harus dateng ke kostnya Ricky, Bapak harus mbujuk Ricky supaya mbatalin niatnya jadi guru!”

Subianto  :“Tapi Bapak besok ada pertemuan dengan rekan bisnis bu!”

Saraswati :“Ah nggak ada tapi-tapian, pokoknya besok kita harus ngomong sama Ricky!”(Sambil memungut majalah kemudian pergi ke belakang)

Subianto  :“Lho Bu…Bu…!!!”(Bengong kebingungan)
More

Older Entries Newer Entries